1. ORGANISASI BERKAS SEQUENTAL
2. PENGERTIAN SISTEM FILE
Pengertian Sistem File (File System) atau Sistem Berkas pada Sistem Operasi Jaringan - Secara definisi, sistem file ini memiliki 2 (dua) buah pengertian yang umum saat ini, yang pertama, sistem file sebagai sistem hirarki file pada komputer.
Organisasi berkas sequential merupakan cara yang paling dasar untuk mengorganisasikan kumpulan record-record dalam sebuah berkas. Dalam organisasi berkas sequential, pada waktu record ini dibuat, record-record direkam secara berurutan. Record pertama ditempatkan pada posisi pertama dalam berkas, record kedua ditempatkan pada posisi kedua dalam berkas dan seterusnya. Begitu pula pada waktu pengaksesan dan pada waktu berkas ini digunakan sebagai input, record-record harus diakses secara berurutan. Jadi dalam organisasi berkas sequential, bukan berarti bahwa record-record tersebut disimpan dalam urutan numerik. Jika kita ingin menambahkan suatu record pada berkas sequential, maka record tersebut akan terletak pada akhir berkas. Organisasi berkas sequential dapat terdiri dari record-record yang berbeda jenis.
Pengertian lain dari organisasi berkass sequential yaitu Organisasi Sequential meupakan proses dalam system berkas yang mengakses data secara berurut.
Data merupakan segala sesuatu yang masih dalam bentuk bahan mentah yang akan diproses. Data yang sudah diproses tersebut dan berguna bagi orang yang menerimanya ini disebut sebagai informasi.
Pengertian lain dari organisasi berkass sequential yaitu Organisasi Sequential meupakan proses dalam system berkas yang mengakses data secara berurut.
Data merupakan segala sesuatu yang masih dalam bentuk bahan mentah yang akan diproses. Data yang sudah diproses tersebut dan berguna bagi orang yang menerimanya ini disebut sebagai informasi.
Ada beberapa tahapan dalam organisasi berkas secara sequential, yaitu :
1. Pengumpulan Data
Proses dimana data yang ada dikumpulkan secara berurut berdasarkan klasifikasi yang membedakannya. Pada tahap pengumpulan data ini, semua data akan diurutkan secara bertahap dan terorganisir dengan baik. Bentuk dari tahap ini adalah seperti pada Database Kemahasiswaan seperti menampilkan IPK, menampilkan mata kuliah dan menmpilkan Biodata mahasiswa.
2. Pemasukkan Data ( Input Data )
Pada tahap ini, data-data yang telah dibedakan dan dikumpulkan tersebut akan secara permanent dimasukkan ( di input ) kedalam suatu device penyimpanan. Device ( media ) penyimpanan ini dapat berupa memori atau device penyimpanan lainnya. Contohnya adalah Data pribadi dan KRS Mahasiswa.
3. Pengeditan Data
Tahap selanjutnya yang harus dilakukan dalam proses secara sequential adalah pengeditan data. Setelah data yang ada dikumpulkan dan proses input data juga telah dilakukan maka proses selanjutnya adalah editing. Dalam tahap ini data yang telah di input akan diubah ( edit ). Tahap ini berlangsung berdasarkan pengguna atau user. User sangat dominant dalam tahap ini, sebab proses pengeditan data yang ada berdasarkan perintah kerja dari user.
4. Penyortiran Data Yang Telah Di Edit
Tahap terakhir dalam tahap sequential ini adalah penyortiran. Setelah user melakukan pengeditan pada data-data yang ada, maka selanjutnya data yang telah di edit tersebut kan di sortir. Dalam proses penyortiran ini, peran user juga sangat dominan dalam mempengaruhi hasil dari penyortiran yang dilakukan.
Pembuatan Berkas Sequential meliputi penulisan record-record dalam serangkaian yang diinginkan pada media penyimpanan.
• Tugas-tugasnya :
. Pengumpulan data
. Perubahan data dalam bentuk bahasa yang dapat dibaca oleh mesin
. Pengeditan data
. Pemeriksaan transaksi yang ditolak
. Penyortiran edit data
. Perubahan data dalam bentuk bahasa yang dapat dibaca oleh mesin
. Pengeditan data
. Pemeriksaan transaksi yang ditolak
. Penyortiran edit data
Retrieval Terhadap Berkas Sequential
o Record pada berkas sequential di retrieve secara berurutan.
o Retrieve dari sebuah berkas dapat dibagi 2 tergantung pada jumlah data yang dihasilkan, yaitu :
o Retrieve dari sebuah berkas dapat dibagi 2 tergantung pada jumlah data yang dihasilkan, yaitu :
- Report Generation
- Inquiry
Update Terhadap Berkas Sequential
Frekuensi dimana sebuah master file harus di-update bergantung pada faktor-faktor :
- Tingkat perubahan data
- Ukuran dari master file
- Kebutuhan yang mendesak dari data yang sedang berjalan pada master file
- File activity ratio
Hit Ratio
Merupakan banyaknya record yang harus diakses untuk mendapatkan informasi yang diinginkan dibagi dengan banyaknya record dalam berkas tersebut .
- Semakin rendah hit ratio, semakin tidak baik bila menggunakan organisasi sequential.
- Semakin tinggi hit ratio, semakin baik bila menggunakan organisasi sequential.
File Activity Ratio
Merupakn banyaknya record pada master file yang di-update dibagi dengan banyaknya record pada master file.
- Semakin tinggi file activity ratio, semakin lama proses peng-update-an master file.
- Semakin tinggi kebutuhan akan data yang baru pada master file, maka semakin sering file tersebut diakses.
- Semakin sering master file di-update, semakin tinggi biaya pemrosesannya
Jenis Update
- Insert a new record
- Delete an existing record
- Modify an existing record
Keuntungan : Kemampuan untuk mengakses record berikutnya secara tepat.
Keterbatasan : Tidak dapat mengakses langsung pada record yang diinginkan.
2. PENGERTIAN SISTEM FILE
Pengertian Sistem File (File System) atau Sistem Berkas pada Sistem Operasi Jaringan - Secara definisi, sistem file ini memiliki 2 (dua) buah pengertian yang umum saat ini, yang pertama, sistem file sebagai sistem hirarki file pada komputer.
Hirarki ini mengatur struktur file-file dan dietektori-direktori di dalam media penyimpanan. Sistem Linux memiliki struktur direktori yang menyerupai pohon, dengan root (/) sebagai yang utama atau akarnya dan dilanjutkan dengan file, direktori dan sub direktori di bawahnya.
Ini mengatur tentang pemformatan media penyimpanan/partisi, sehingga bisa digunakan dalam menyimpan suatu file.
![]() |
| Sumber : rizalnurhadi97.blogspot.com |
Kesimpulannya, bisa diambil juga, definisi dari sistem file merupakan struktur logika yang digunakan untuk mengendalikan akses terhadap data yang ada pada disk.
Atau dengan kata lain, sistem file ini merupakan database khusus untuk penyimpanan, pengelolaan, manipulasi serta pengambilan data sehingga mudah untuk ditemukan dan diakses.
Hubungan antara sistem operasi dengan sistem file merupakan sistem file merupakan antarmuka (interface) yang menghubungkan sistem operasi dengan disk.
Saat program menginginkan pembacaan dari harddisk atau media penyimpanan yang lain, sistem operasi akan meminta sistem file untuk mencari lokasi dari file yang diinginkan. Setelah file ditemukan, sistem file akan membuka dan membaca file tersebut, lalu mengirim informasi kepada sistem operasi dan akhirnya bisa dibaca oleh pengguna (user).
Semua sistem operasi mulai dari DOS, Windows, Macontosh, dan turunan UNIX memiliki sistem file sendiri yang berguna untuk meletakkan file di dalam sebuah struktur hirarki.
Contoh dari sistem berkas yang termasuk di dalamnya FAT, NTFS, HFS dan HFS+, EXT2, EXT3, ISO 9660, ODS-5 dan UDF.
Beberapa sistem berkas antara lain juga jorunaling file system atau versioning file system, sistem berkas juga menentukan dalam konvensi penamaan berkas dan peletakkan berkas di dalam struktur direktori.

0 komentar:
Posting Komentar