1.1 Pengertian Index Sequential File
Index Sequential File merupakan
perpaduan terbaik dari teknik Sequential dan random file. Teknik penyimpanan
yang dilakukan, menggunakan suatu index yang isinya berupa bagian dari data
yang sudah tersortir. Index ini diakhiri denga adanya suatu pointer (penunjuk)
yang bisa menunjukkan secara jelas posisi data yang selengkapnya. Index yang
ada juga merupakan record-key (kunci record), sehingga kalau recordkey ini
dipanggil, maka seluruh data juga akan ikut terpanggil.Untuk membayangkan
penyimpanan dan pembacaan data secara Sequential, kita bisa melihat rekaman
lagu yang tersimpan pada kaset. Untuk mendengarkan lagu kelima, kita harus melalui
lagu kesatu, dua, tiga dan empat terlebih dahulu. Pembacaan seperti inilah yang
disebut sebagai Sequential atau berurutan. Untuk membayangkan penyimpanan data
dengan menggunakan teknik index Sequential ini, kita bisa melihat daftar isi
pada sebuah buku. Pada bagian disebelah kiri disebut sebagai index data yang
berisi bagian dari data yang ada. Index data kemudian diakhiri dengan pointer
yang menunjukkan posisi keseluruhan isi data.
Sebuah data yang terdiri Nomor,
Nama, NL1, Nl2, dan NL3 bisa disimpan dengan menggunakan Nomor sebagai Index.
Apabila data tersebut dicetak, maka akan dihasilkan suatu data yang berurutan
berdasar Nomor. Nomor yang ada akan tersusun dengan urutan dari kecil keurutan
yang lebih besar. Dari data yang ada, juga bisa dibuat Nama sebagai Index.
Apabila data tersebut dicetak, maka akan dihasilkan suatu data yang berurutan
berdasar Nama. Nama yang ada akan tersusun dengan urutan dari kecil keurutan
yang lebih besar. Peluang yang memiliki abjad terkecil, akan menempati posisi
pertama dan Rino pada posisi terakhir.
Sesuai dengan sifat media yang
dimilikinya, maka pada sebuah pita magnetic tape, hanya bisa menyimpan data
secara Sequential; Dengan demikian, cara pembacaan yang dilakukan juga hanya
secara Sequential, yaitu berurutan satu persatu sampai nomor record yang
dikehendaki diketemukan. Dengan menggunakan Direct Access Methode (metode
pembacaan/penulisan secara langsung), maka, recordyang tersimpan didalam sebuah
disket, Hard-disk, CD ROM ataupun Laser-Disk dapat di-access secara langsung
dengan tanpa harus membaca seluruh data yang dimilikinya.
Access dengan menggunakan methoda
Index-Sequential juga dapat dilakukan oleh media ini. Dengan melakukan access
pertama kali pada key-field yang ada, maka akan diketemukan recordyang dituju.
Data yang sudah terekam dalam methoda index-Sequential juga dapat dilakukan
pembacaan secara Sequential. Key-field akan dibaca pertama kali secara
Sequential, dan untuk selanjutnya recordyang dituju akan diketemukan.
1.2 Keuntungan Index Sequential File
Sangat cocok untuk digunakan menyimpan
batch data ataupun individual data. Dibanding Sequential file, pemanggilan data
menjadi lebih cepat.
1.3 Kerugian Index Sequential File
Access (pemanggilan) data tidak bisa disamakan
dengan random (direct access file). Memerlukan adanya ruangan extra didalam
memory untuk menyimpan index data. Memerlukan adanya hardware dan software yang
lebih kompleks.
Suatu Tape dengan Panjang 2400
feet, Density 1600 Bpi dan Panjang Gap ¾
inchi. Jika 1 record berukuran 80 karakter , berapa banyak data yang dapat
disimpan jika blocking factornya 5 record / blok !
1.4 Jenis Acces yang di perbolehkan dalam Berkas Indeks
Sequential
Akses SekuensialØ
Akses
Sedangkan jenis prosesnya adalah :
BatchØ
InteractiveØ
Struktur Berkas Indeks sekuensial
Binary Search Tree® Indeks Ø
Sekuensial® Data Ø
Implementasi Organisasi Berkas Indeks Sequential
1.5 Ada 2 pendekatan dasar untuk mengimplementasikan
konsep dari organisasi berkas indeks sequential :
Blok Indeks dan Data (Dinamik)Ø
Prime dan Overflow Data Area (Statik)Ø
Kedua pendekatan tersebut menggunakan sebuah bagian indeks
dan sebuah bagian data, dimana masing-masing menempati berkas yang terpisah.
Alasannya :
Karena mereka diimplementasikan pada organisasi internal
yang berbeda. Masing-masing berkas tersebut harus menempati pada alat penyimpan
yang bersifat Direct Access Storage Device (DASD).
Kinerja File Index Sequential
Ukuran Record (R)
R = a V + P
a : Jumlah atribut
V : Panjang rata – rata nilai
atribut
P : Ukuran field tambahan untuk
tombstone
Jumlah record file indexed sequential
n = nm + o’
nm : Jumlah record di file utama
o’ : Jumlah record di overflow area
Jumlah entri index level pertama (i1)
i1 = nm / Bfr
Jumlah entri index level berikutnya
I(level)=i(level)-1/y
Jumlah block yang dibutuhkan pada suatu level
Bi(level)=i(level)/y=i(level)+1
Total ruang index
SI = (bi1+ bi2+ ...+ 1) B = (i2+ i3+ ...+ 1) B
Total ruang per record
Rtotal= (nm.R + o’.R + SI) / n
Waktu fetch record tertentu (TF),ditentukan oleh :
–Akses index, TAn= x (s+ r + btt)
–Akses main file, TAq= s + r +btt
–Akses overflow, TAo=(o’/ n)(s+ r + btt)
dengan o = jumlah record yang di-insert
Jika overflow masih kosong, maka :
TF= TAn+ TAq
= x(s+ r + btt) + (s+ r + btt)
= (x+ 1) (s + r + btt)
Jika overflow telah terisi, maka :
TF= TAn+ TAq+ TAo
= x (s+ r + btt) + (s + r +
btt) + (o’ / n)(s + r + btt)
= (x + 1 + o’ / n)(s + r +
btt)
Waktu pembacaan Next Record (T)
–Jika next record di Main File :
TN = (1 / Bfr) (s + r + btt)
–Jika next record di Overflow :
TFo = (o’ / nm) (r + btt)
TN = (1 / Bfr) (s + r + btt) + TFo
Waktu penyisipan record (TI)
–Baca dan tulis ulang record predesesor
–Baca dan tulis ulang block overflow untuk record yang
di
push atau di-insert
TI = TF + TRW + r + btt + TRW
= TF + 5r + btt
Waktu update record (TU)
–Terhadap bukan kunci
TU= TF + TRW
–Terhadap kunci
•Record yang diubah, ditandai untuk dihapus
•Record baru disisipkan
TU = TF + TRW + TI
•Waktu pembacaan seluruh record (TX)
–File dibaca serial mulai dari awal hingga akhir file, dengan
mengikuti rantai overflow jika ada.
TX= TF+ (n+ o’– 1) TN
= [ (n + o’ . Bfr) / Bfr) ] (r
+ btt)
Reorganisasi dilakukan jika :
– Telah
terjadi overflow pada overflow area
– Telah
terjadi rantai yang panjang
– Proses
akses data lambat
Proses reorganisasi :
– Baca file
secara serial
– Tulis
kembali ke file baru tanpa menyertakan record yang ditandai untuk dihapus
– Buat index
– Buat index
untuk tiap block index hingga block index terakhir selesai dibuat
– Hapus main
file dan index lama
Waktu reorganisasi (TY)
TY = [ (n + o’ . Bfr) / Bfr ] (r + btt) + (n + o’ – d)
(R / t’) + (SI / t’)
Dengan
: n =
Jumlah record pada main file
o’
= Jumlah record pada overflow area
d =
Jumlah record yang ditandai untuk dihapus
[ (n + o’ . Bfr) / Bfr ] (r + btt) è Waktu
pembacaan main file secara serial
(n + o’ – d) (R / t’) è Waktu penulisan kembali ke
file baru
(SI / t’) è Waktu pembentukan index
0 komentar:
Posting Komentar