KONSEP
MOUNTING, SHARING DAN PROTEKSI
Mounting
Mounting adalah
proses mengkaitkan sebuah sistem berkas yang baru ditemukan pada sebuah piranti
ke struktur direktori utama yang sedang dipakai. Piranti-piranti yang akan
di-mount dapat berupa cd-rom, disket atau sebuah zip-drive. Tiap-tiap sistem
berkas yang akan di-mount akan diberikan sebuah mount point, atau sebuah
direktori dalam pohon direktori sistem Anda, yang sedang diakses.
Sistem
berkas yang dideskripsikan di /etc/fstab (fstab adalah singkatan ari
filesystem tables) biasanya akan di-mount saat komputer baru mulai dinyalakan,
tapi dapat juga me-mount system berkas tambahan dengan menggunakan perintah:
mount [nama piranti] atau dapat juga dengan menambahkan secara manual mount
point ke berkas /etc/fstab. Daftar system berkas yang di-mount dapat dilihat kapan
saja dengan menggunakan perintah mount. Karena izinnya hanya diatur read-only
di berkas fstab, maka tidak perlu khawatir pengguna lain akan mencoba mengubah
dan menulis mount point yang baru.
Seperti
biasa saat ingin mengutak-atik berkas konfigurasi seperti mengubah isi berkas
fstab, pastikan untuk membuat berkas cadangan untuk mencegah terjadinya
kesalahan teknis yang dapat menyebabkan suatu kekacauan. Kita dapat
melakukannya dengan cara menyediakan sebuah disket atau recovery-disk dan
mem-back-up berkas fstab tersebut sebelum membukanya di editor teks untuk
diutak-atik.
Red Hat
Linux dan sistem operasi lainnya yang mirip dengan UNIX mengakses berkas dengan
cara yang berbeda dari MS-DOS, Windows dan Macintosh. Di linux, segalanya
disimpan di dalam sebuah lokasi yang dapat ditentukan dalam sebuah struktur
data. Linux bahkan menyimpan perintah-perintah sebagai berkas. Seperti sistem
operasi modern lainnya, Linux memiliki struktur tree, hirarki, dan organisasi
direktori yang disebut sistem berkas.
Semua ruang
kosong yang tersedia di disk diatur dalam sebuah pohon direktori tunggal. Dasar
sistem ini adalah direktori root yang dinyatakan dengan sebuah garis miring
("/"). Pada linux, isi sebuah sistem berkas dibuat nyata tersedia
dengan menggabungkan sistem berkas ke dalam sebuah sistem direktori melalui
sebuah proses yang disebut mounting.
Sistem
berkas dapat di-mount maupun di-umount yang berarti sistem berkas tersebut
dapat tersambung atau tidak dengan struktur pohon direktori. Perbedaannya
adalah sistem berkas tersebut akan selalu di-mount ke direktori root ketika
sistem sedang berjalan dan tidak dapat di-mount.
Sistem
berkas yang lain di-mount seperlunya, contohnya yang berisi hard drive berbeda
dengan floppy disk atau CD-ROM.
Kita dapat
berbagi berkas dengan pengguna lainnya yang teregistrasi. Hal pertama yang
harus kita lakukan adalah menentukan dengan siapa berkas tersebut akan dibagi
dan akses seperti apa yang akan diberikan kepada mereka. Berbagi bekas berguna
bagi pengguna yang ingin bergabung dengan pengguna lain dan mengurangi usaha
untuk mencapai sebuah hasil akhir.
Saat sebuah
sistem operasi dibuat untuk multiple user, masalah berbagi berkas, penamaan
berkas dan proteksi berkas menjadi sangat penting. Oleh karena itu, sistem
operasi harus dapat mengakomodasikan/mengatur pembagian berkas dengan
memberikan suatu struktur direktori yang membiarkan pengguna untuk saling
berbagi.
Berkaitan
dengan permasalahan akses berkas, kita dapat mengijinkan pengguna lain untuk
melihat, mengedit atau menghapus suatu berkas. Proses mengedit berkas yang
menggunakan web-file system berbeda dengan menggunakan aplikasi seperti Windows
Explorer. Untuk mengedit sebuah file dengan web-file system, kita harus
menduplikasi berkas tersebut dahulu dari web-file system ke komputer lokal,
mengeditnya di komputer lokal, dan mengirim file tersebut kembali ke system
dengan menggunakan nama berkas yang sama.
Sebagai
contoh, kita dapat mengizinkan semua pengguna yang terdaftar untuk melihat
berkas-berkas yang ada di direktori (tetapi mereka tidak dapat mengedit atau
menghapus berkas tersebut). Contoh lainnya, kita dapat mengijinkan satu
pengguna saja untuk melakukan apa pun terhadap sebuah direktori dan segala
isinya (ijin untuk melihat semua berkas, mengeditnya, menambah berkas bahkan
menghapus isi berkas). Kita juga dapat memberikan kesempatan bagi pengguna
untuk mengubah izin dan kontrol akses dari sebuah isi direktori, namun hal
tersebut biasanya di luar kebiasaan, sebab seharusnya satu-satunya pengguna yang
berhak mengubah izin adalah kita sendiri.
Sistem
berkas web memungkinkan kita untuk menspesifikasikan suatu akses dalam
tingkatan berkas. Jadi, kita dapat mengijinkan seluruh orang untuk melihat isi
dari sebuah direktori atau mengijinkan sebagian kecil pengguna saja untuk
mengakses suatu direktori. Bahkan, dalam kenyataannya, kita dapat
menspesifikasikan jenis akses yang berbeda dengan jumlah pengguna yang berbeda
pula.
Kebanyakan
pada sistem banyak pengguna menerapkan konsep direktor berkas owner/user dan
group.
Owner: pengguna yang dapat mengubah
atribut, memberikan akses, dan
memiliki
sebagian besar kontrol di dalam sebuah berkas atau direktori.
Group: sebagian pengguna yang sedang
berbagi berkas.
Dalam
pembahasan mengenai proteksi berkas, kita akan berbicara lebih mengenai sisi
keamanan dan mekanisme bagaimana menjaga keutuhan suatu berkas dari gangguan
akses luar yang tidak dikehendaki.
Sebagai
contoh bayangkan saja Anda berada di suatu kelompok kerja dimana masing-masing
staf kerja disediakan komputer dan mereka saling terhubung membentuk suatu
jaringan; sehingga setiap pekerjaan/dokumen/berkas dapat dibagi-bagikan ke
semua pengguna dalam jaringan tersebut. Misalkan lagi Anda harus menyerahkan
berkas RAHASIA.txt ke atasan Anda, dalam hal ini Anda harus menjamin bahwa isi
berkas tersebut tidak boleh diketahui oleh staf kerja lain apalagi sampai
dimodifikasi oleh orang yang tidak berwenang. Suatu mekanisme pengamanan berkas
mutlak diperlukan dengan memberikan batasan akses ke setiap pengguna terhadap
berkas tertentu.
Ketika kita
menyimpan informasi dalam sebuah sistem komputer, ada dua hal yang harus
menjadi perhatian utama kita. Hal tersebut adalah :
- Reabilitas
dari sebuah sistem
Maksud dari
reabilitas sistem adalah kemampuan sebuah sistem untuk melindungi informasi
yang telah tersimpan agar terhindar dari kerusakan, dalam hal ini adalah
perlindungan secara fisik pada sebuah berkas. Reabilitas sistem dapat dijaga
dengan membuat cadangan dari setiap berkas secara manual atau un otomatis,
sesuai dengan layanan yang dari sebuah sistem operasi.
- Proteksi
(Perlindungan) terhadap sebuah berkas
Perlindungan
terhadap berkas dapat dilakukan dengan berbagai cara. Pada bagian ini, kita
akan membahas secara detail mekanisme yang diterapkan dalam melindungi sebuah
berkas.
0 komentar:
Posting Komentar